JUJUR DAN RENDAH HATI
Mazmur 32
Kita semua pasti setuju bahwa salah satu unsur penting dalam relasi dengan orang lain adalah kejujuran. Sebuah relasi akan terasa hambar dan tidak menyenangkan bila penuh dengan kepura-puraan, bahkan mudah menimbulkan kecurigaan. Demikian pula dalam relasi kita dengan Allah, salah satu unsur penting adalah kejujuran di hadapan-Nya.
Daud mengingatkan tentang betapa pentingnya bersikap jujur di hadapan Allah, terutama dalam mengakui dosa, kesalahan, dan pelanggaran yang dilakukan oleh manusia. Kejujuran itu mencerminkan kerendahan hati dan keterbukaan kepada Allah. Semuanya itu akan menumbuhkan kesadaran untuk bertobat dan mengubah cara hidup umat, serta sekaligus mengalami kebahagiaan atau berkat Allah berupa pengampunan dari-Nya. Sebab hanya mereka yang sungguh-sungguh bertobat dan memperbarui hidupnya yang akan menerima pengampunan dan pembaruan hidup dari Allah.
Tidak seorang pun di antara kita yang luput dari perbuatan dosa. Namun, melalui pengajaran Daud ini kita bersyukur karena Allah menyukai umat yang jujur dan rendah hati dalam mengakui segala dosanya. Kita dipanggil untuk memiliki sikap hati yang demikian, sebab hanya dengan jalan itulahkita akan sadar untuk berubah dan membangun kehidupan yang semakin baik dan berkenan di hadapan Allah. Dalam kejujuran dan kerendahan hati, kita akan merasakan damai sejahtera. (Wasiat)
DOA: Tuhan, ajar kami untuk senantiasa jujur dan rendah hati di hadapan-Mu, supaya kami beroleh kemurahan-Mu senantiasa. Amin.